Banyumas, putihhitam.com – Tiga oknum satuan polisi pamong praja (satpol pp) pemkab banyumas ini sungguh benar-benar keterlaluan, pasalnya ketiga oknum yang diketahui berinisial ES, HC, YA diduga mengeroyok wartawan Metro Tv Darbe Tyas yang sedang meliput aksi unjuk rasa di depan kantor bupati pada (9/10)

“Dikutip melalui Kompas.com/Iqbal Fahmi, kepala satuan kriminal polres banyumas, AKP Djunaidi mengatakan, ES yang diketahu berstatus pegawai negri sipil (PNS) sementara dua orang lainnya merupakan Non – PNS.

“Mereka berperan ada yang mendorong dan ada yang menyeret, dimana menurut pengakuan mereka, bahwa mereka tidak mengetahui bahwa korban adalah seorang wartawan “ujar djunaedi.

Saat ini meski ketiga oknum tersebut yang telah menjadi tersangka, mereka belum ditahan, menurut djunaidi kita berpedoman pada pasal 21 kitab UU Hukum acara Pidana yang mengatur Penahanan.

“Nanti akan kami gelar apakah ada potensi untuk mengulangi perbuatan, menghilangkan alat bukti, atau melarikan diri, itu (penahanan) adalah subjektivitas penyidik. “Jelasnya

Djunaidi juga menjelaskan, hasil penetapan ketiga oknum tersebut menjadi tersangka berdasarkan dari sembilan orang saksi, dimana alat bukti lain yakni keterangan ahli visum et repertu, serta surat penetapan beberapa barang bukti yang dimintakan ke pengadilan negri purwokerto.

Barang bukti yang berhasil kami amankan saat ini berupa Video, fhoto baju kamera dan lain-lain “papar djunaidi

Masih dia djunaidi ketiga oknum satpol pp tersebut bakal dijerat pasal 170 kitab undang-undang pidana Juncto pasal 351 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara” jelasnya

Dimana sebelumnya kami juga telah menetapkan 4 tersangka lainnya diantaranya adalah angota sabhara polres banyumas yakni Aiptu AS, Bripda GP, dan Bripda AYA

Keempatnya kini menjalani pemeriksaan oleh bidang profesi dan pengamanan (Bidpropam) kepolisian Daerah jawa tengah di semarang.

“Nanti setelah selesai diperiksa propam, kami akan priksa disini untuk masalah pidananya “ujarnya.

Sementara menanggapi hal tersebut kepala satuan polisi pamong praja kabupaten banyumas Iman pamungkas mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tindakan anggotanya satpol pp non-Pns.

Nantinya pemeriksaan ketiga oknum satpol pp tersebut akan diambil alih oleh inspektorat atas perintah bupati banyumas.

Setelah adanya penetapan tersangka oleh polres banyumas, pihaknya akan memberikan sangsi kepada oknum yang melakukan pengeroyokan kepada rekan media tersebut “ujarnya.

Yang dimana sangsi tersebut nantinya kami selaku pimpinan satpol pp bagi Non PNS hukuman sangsi terberat adalah pemutusan kontrak kerja.

“Sementara sangsi bagi oknum PNS, iman menegaskan dapat berupa tidak kenaikan pangkat atau sangsi terberat pemberhentian secara tidak hormat “ujarnya.

Bagi semua oknum satpol pp yang terlibat tindak pidana, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada polres banyumas dan tidak akan melindungi mereka yang melakukan kesalahan “tegas iman.

Iman juga sangat menyayangkan hal ini terjadi dan memohon maaf kepada wartawan yang menjadi korban, dimana kekerasan itu terjadi dalam pembubaran paksa masa aksi unjuk rasa menolak proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) baturade di alun-alun pada (9/11) malam lalu.

Penulis : Poetra tobing
Copyright : msn.com